Sanggar Among Budaya Pramuka yang sering diberi julukan oleh
rekan-rekan pandu SABPra ini memanglah istimewa. Karena sanggar ini diresmikan
langsung oleh Raja Carl Gustav dari Swedia. sanggar ini adalah satu-satunya di Dunia yang
berkerjasama dengan MESSENGER OF PEACE (MOP) salah satu PROJECT
INTERNASIONAL SCOUT", di Indonesia ini ada
7 Kwarda selain DIY yang mendapat bantuan dari WOSM Foundation , Raja
Carl Gustav adalah Ketua Yayasan WOSM, dan pengurus WOSM tapi tak hanya itu, beliau juga
diangkat sebagai Ketua Kehormatan WOSM.
Yang kebetulan SABPra ditunjuk sebagai tempat pengembangan kebudayaan Indonesia yang bertujuan untuk menyediakan wadah dibidang pengembangan, pelestarian dan pengenalan kebudayaan lokal, yang saat ini disanggar membuka pelatihan ketrampilan untuk umum dalam bentuk SENI TARI, TATAH WAYANG, SUNGGING WAYANG (pewarnaan wayang), dan BATIK, tidak hanya itu, SABPra ini direncanakan oleh KWARNAS nantinya sebagai tempat wisata lokal mau pun domestik untuk mengenalkan hasil karya kesenian dan sebagai wadah pengenalan budaya lokal kekancah internasional, kedepan rencananya juga akan mendirikan kedai kesenian hasil kerajinan dari pelatihan disanggar, berupa pernak-pernik dan sovenir yang lucu-lucu.
dikarenakan minat besar saat pelatihan justru anak-anak SD dan pelajar, semoga dengan adanya sanggar ini anak-anak bangsa bisa lebih menghargai adanya kebudayaan sendiri. (by: izza ulhaq)
Yang kebetulan SABPra ditunjuk sebagai tempat pengembangan kebudayaan Indonesia yang bertujuan untuk menyediakan wadah dibidang pengembangan, pelestarian dan pengenalan kebudayaan lokal, yang saat ini disanggar membuka pelatihan ketrampilan untuk umum dalam bentuk SENI TARI, TATAH WAYANG, SUNGGING WAYANG (pewarnaan wayang), dan BATIK, tidak hanya itu, SABPra ini direncanakan oleh KWARNAS nantinya sebagai tempat wisata lokal mau pun domestik untuk mengenalkan hasil karya kesenian dan sebagai wadah pengenalan budaya lokal kekancah internasional, kedepan rencananya juga akan mendirikan kedai kesenian hasil kerajinan dari pelatihan disanggar, berupa pernak-pernik dan sovenir yang lucu-lucu.
dikarenakan minat besar saat pelatihan justru anak-anak SD dan pelajar, semoga dengan adanya sanggar ini anak-anak bangsa bisa lebih menghargai adanya kebudayaan sendiri. (by: izza ulhaq)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar